Di Balik Daya Pikat Pasar Splendid, Ada Anak Kucing Yang Hidup Dalam Tragedi | SATUKANAL.COM
Pasar Splendid

Kondisi anak kucing yang ditemukan di salah satu pedangang di Pasar Splendid (foto: Lutfia/satukanal.com)

Pasar Splendid di Kota Malang. Hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi tak layak.

Satukanal.com, Kota Malang – Lutfia Indah

Berjarak sekitar 200 meter dari Alun-alun Tugu Kota Malang, terdapat pasar yang menjadi pusat jual-beli hewan, yaitu Pasar Splendid. Bukan hanya beragam jenis hewan, Pasar Splendid juga menjual berbagai jenis tanaman serta kebutuhan hewan dan tanaman.

Di balik daya pikatnya, siapa sangka ternyata Pasar Splendid menyembunyikan fakta yang dapat menimbulkan rasa iba terhadap kondisi hewan-hewan yang diperdagangkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh tim Satukanal.com, banyak ditemukan hewan-hewan terutama kucing berada dalam kondisi memprihatinkan dan tidak sehat.

Ketua Komunitas Stray Cat Defender, Aisyah Nawangsari Putri menjelaskan sehat dan tidaknya kucing dapat dilihat dari perilaku dan kondisi mata.

“Biasanya kucing sakit bisa dilihat dari perilaku dan dari mata sudah kelihatan. Kalau dia sayu dan berair itu tandanya dia lagi tidak sehat. Biasanya kucing sehat pasti lincah dan mukanya terlihat segar, sedangkan dia akan cenderung lemas dan diam kalau sakit,” ujarnya.

Ciri-ciri tersebut banyak sekali dijumpai di kucing yang diperjual-belikan di Pasar Splendid. Bahkan terdapat salah satu anak kucing yang berada di kandang bersama induk dan saudaranya, terlihat lemas dan berkali-kali terjatuh ketika mencoba berjalan. Beberapa kucing ditemui dalam kondisi mata tertutup sebelah akibat tertimbun kotoran dan cenderung bernanah.

Ironisnya masih banyak ditemukan pedagang yang tidak memisahkan hewan-hewan dengan kondisi kurang fit dari hewan yang masih sehat. Salah satunya adalah seorang pedagang kucing yang ketika ditemui tengah membersihkan tubuh dan bulu anak kucing berjenis Persia yang terserang diare. Kucing-kucing tersebut diletakkan di kandang yang bertumpuk dengan kucing lainnya.

“Tidak bisa dalam satu kandang sempit diisi 4-6 kucing dan mereka hampir gak bisa gerak, itu gak bagus. Kalau bisa satu kandang untuk satu kucing, apalagi kucing adalah hewan teritoti sehingga mereka butuh space,” lanjutnya.

Bahkan kondisi kandang kucing telah berkarat dan tidak tersedia tempat untuk membuang kotoran sehingga pada beberapa penjual, makanan kucing telah bercampur dengan kotoran kucing. Tak hanya kucing, hewan lain seperti ayam, hingga kelinci pun bernasib sama. Bahkan ditemukan anak ayam yang hampir mati dan masih berada satu kandang dengan anakan ayam lain.

Editor: Danu Sukendro