CEO Twitter Jack Dorsey Mengundurkan Diri, Siapa Penggantinya? | SATUKANAL.COM
May 22, 2022

CEO Twitter, Jack Dorsey (ilustrasi by Satukanal.com)

Satukanal.com, Nasional– Pendiri Twitter Jack Dorsey resmi mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Chief Executive Officer (CEO) Twitter, pada Senin (29/11/2021). Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Dorsey melalui twit di akun Twitter pribadinya, @jack.

“Tak yakin apakah orang-orang sudah dengar tapi saya mundur dari Twitter,” tulis Jack dalam twit-nya.

Dorsey juga membagikan isi sebuah e-mail yang ia kirimkan ke Twitter dalam twit tersebut. Dorsey menyebutkan sejumlah alasan yang mmebuat dirinya mantap untuk meninggalkan media sosial raksasa yang ia dirikan.

Dorsey sendiri telah memegang jabatan CEO sejak tahun 2008, tepatnya dua tahun sejak ia mendirikan Twitter di tahun 2006. Ia mundur setelah mengawasi peluncuran cara baru untuk membuat konten melalui buletin atau percakapan audio sambil secara bersamaan menjabat sebagai CEO Square Inc.

Baca Juga :  Rekap Hasil Indonesia vs Jepang 1-4 di Ajang Uber Cup 2022

Twitter Inc menyebut pergantian CEO berlaku segera dan Dorsey akan tetap berada di dewan sampai masa jabatannya berakhir pada rapat pemegang saham tahunan 2022.

Dorsey mengatakan dia memilih mundur karena kekuatan kepemimpinan Agrawal, dan penunjukan Chief Operating Officer Salesforce (COOS) Bret Taylor sebagai ketua dewan yang baru, serta kepercayaannya pada “ambisi dan potensi” karyawan Twitter, dikutip dari Reuters, Selasa (30/11/2021).

“Saya benar-benar sedih, tetapi sangat bahagia. Tidak banyak perusahaan yang mencapai level ini,” katanya.

Dorsey menambahkan bahwa langkahnya untuk mundur adalah keputusannya sendiri. Selama setahun terakhir, Twitter telah berjuang untuk mengakhiri kritik selama bertahun-tahun bahwa mereka lambat memperkenalkan fitur-fitur baru untuk 211 juta pengguna hariannya dan kalah dari saingan media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Baca Juga :  Bilqis Prasista, Tunggal Putri Bulu Tangkis Indonesia yang Berhasil Kalahkan Peringkat Satu Dunia

Di bawah kepemimpinan Dorsey, Twitter mengakuisisi layanan buletin email Revue dan meluncurkan fitur audio Spaces. Perusahaan juga meluncurkan peningkatan iklan untuk membantu merek menemukan pengguna Twitter yang mungkin tertarik dengan produk mereka.

Namun, saham Twitter telah merosot dalam beberapa bulan terakhir. Pada awal 2020, Dorsey menghadapi panggilan dari Elliott Management Corp untuk mundur, setelah hedge fund berpendapat bahwa dia terlalu sedikit memperhatikan Twitter sementara juga menjalankan Square Inc.

Di sisi lain, penunjukan Agrawal sebagai CEO baru Twitter menunjukkan bahwa perusahaan telah memilih hal teknis sebagai prioritas utamanya. Agrawal telah membantu memimpin pekerjaan Twitter dalam menggabungkan cryptocurrency dan teknologi blockchain ke dalam perusahaan, serta mengejar ambisi jangka panjangnya untuk membangun kembali cara perusahaan media sosial beroperasi.

 

Pewarta : Adinda