Satukanal.com, Nasional– Cara memegang angklung perlu diperhatikan dengan benar dan tepat karena bisa mempengaruhi suara yang dihasilkan. Lantas, bagaimana cara memegang alat musik yang satu ini dengan benar?
Cara Memegang Angklung
Untuk membunyikan angklung, sebaiknya ketahui terlebih dahulu cara memegang alat ini. Melnisr dari buku Jurus Kilat Main Angklung oleh Ajimufti Azhari dan Asri Andarini, ketepatan cara memegang angklung bisa memberikan kenyamanan dan menghasilkan bunyi yang benar.
Angklung dipegang tepat di tengah-tengah, yakni pada simpul pertemuan dua tiang angklung vertikal dan horisontal. Telapak tangan yang digunakan untuk menggenggam boleh menghadap ke atas maupun ke bawah.
Pastikan jarak angklung yang dipegang dengan tubuh cukup jauh sehingga dapat digetarkan dengan baik.
Pemain angklung solo menggunakan kedua tangannya untuk memainkan angklung sehingga alat musik tersebut akan digantung pada rak sesuai uturan nada dari kiri ke kanan.
Apabila satu pemain memegang dua angklung atau lebih, alat musik tersebut akan digantungkan di jari tangan. Angklung terbesar diletakkan di belakang angklung yang lebih kecil. Bahkan, angklung yang lebih besar lagi dapat digantung di lengan.
Pada permainan tim, para pengguna tangan kanan akan memegang angklung menggunakan tangan kiri dengan letak tabung besar berada di kanan. Sementara para pemain kidal memegang dengan cara sebaliknya.
Agar lebih mudah memahami bagaimana cara memegang angklung yang benar, simak poin-poin di bawah ini:
- Cara memegang angklung, gunakan tangan kiri, sedangkan untuk menggetarkan gunakan tangan kanan.
- Tangan kiri memegang angklung pada bagian tengah-tengah tiang angklung (vertikal dan horizontal).
- Posisi angklung harus benar-benar tegak dan sejajar dengan tubuh. Agar angklung bisa bergetar dengan baik dan tidak kaku saat dimainkan, dibutuhkan jarak tubuh sekitar setengah meter.
- Gunakan posisi tangan untuk menggetarkan bagian ujung tabung.
Cara Membunyikan Angklung
Setelah mengetahui bagaimana cara memegang angklung yang benar, ketahui pula cara membunyikan alat musik ini. Terdapat tiga cara bermain angklung yang aan emnghasilkan jenis suara berbeda yakni:
1. Kurulung
Kurulung merupakan teknik dasar bermain angklung dengan cara menggetarkan tabung suara.
Sebelum dimainkan, angklung harus berada pada posisi lurus. Selanjutnya, goyangkan angklung ke kiri dan ke kanan secara cepat dan tepat sehingga menghasilkan suara yang tidak terputus-putus.
Panjang lantunan nada yang dihasilkan dengan teknik kurulung bergantung pada lamanya menggetarkan anglung. Umumnya, bunyi angklung yang dihasilkan diinterpretasikan seperti gesekan panjang biola.
2. Centok
Centok merupakan teknik dasar bermain angklung dengan cara memukul tabung horizontal pada bagian dasar angklung oleh telapak tangan. Ketika dilakukan, posisi angklung harus dimiringkan agar tidak terjadi pantulan tabung yang kemudian menyebabkan centok bergaung.
Bunyi angklung dengan teknik centok biasanya diinterpretasikan seperti bunyi stacatto atau pizzicato, yakni bunyi pendek saat biola dipetik. Teknik ini kerap dijadikan pengganti sementara ketika pemain angklung kelelahan setelah berlatih teknik kurulung.
3. Tengkep
Tengkep merupakan teknik dasar bermain angklung dengan cara menggetarkan tabung besar saja. Sementara tabung kecil ditahan dengan jari kelingking atau diberi sumbat sehingga tidak bisa bergetar. Saat dimainkan, posisi angklung harus lurus.
Suara yang dihasilkan oleh teknik tengkep lebih lembut dibandingkan suara yang dihasilkan oleh teknik kurulung. Teknik ini biasanya digunakan untuk menghasilkan suasana yang lebih syahdu, lembut, sendu, atau mistis. Tidak seperti dua teknik yang lain, teknik tengkep jarang digunakan pemula karena lebih rumit dan membutuhkan latihan ekstra.
Berkenalan dengan Angklung
Angklung berasal dari bahasa Sunda angkleung-angkleungan yaitu gerakan pemain angklung dan membentuk suara klung yang dihasilkannya. Secara etimologis angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah. Jadi, angklung merujuk pada nada yang pecah atau tidak lengkap.
Bentuk angklung terdiri dari dua atau lebih batang bambu dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan tinggi rendahnya nada yang dibentuk menyerupai alat musik calung. Menurut Dr. Groneman, Angklung telah ada di Nusantara, bahkan sebelum era Hindu.
Menurut Jaap Kunst dalam bukunya Music in Java, selain di Jawa Barat, Angklung juga bisa ditemui di daerah Sumatra Selatan dan Kalimantan. Di luar itu, masyarakat Lampung, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga mengenal alat musik tersebut.
Melansir dari laman disdik.purwakartakab.go.id, dua tokoh yang berperan dalam perkembangan Angklung di Jawa Barat adalah Daeng Soetigna sebagai Bapak Angklung Diatonis Kromatis dan Udjo Ngalagena yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog dan salendro.
Nah, itulah Cara Memegang Angklung serta cara membunyikan agklung yang sebaiknya diketahui.
(Adinda)