Buddha Tidur Mojokerto, Destinasi Wisata Religi Di Jawa Timur Berkelas Dunia
May 27, 2022
Buddha Tidur Mojokerto

Caption: Wisata religi Buddha Tidur Mojokerto di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Mojokerto memiliki tempat wisata sejarah yang berbagai macam seperti candi, museum, dan juga tempat penemuan-penemuan benda bersejarah.

Salah satu tempat wisata yang unik dan sangat menarik yang ada di Kabupaten Mojokerto adalah Patung Buddha Tidur Mojokerto.

Objek wisata ini terletak di kompleks MahaVihara Mojopahit, di Jalan Raya Trowulan, Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Tempatnya mudah dicari dan juga memiliki akses jalan yang cukup memadai.

Patung Buddha Tidur Mojokerto ini didirikan di atas kolam ikan. Di sekitar patung Buddha dikelilingi dengan pemandangan indah.

Buddha Tidur Mojokerto ini sebenarnya adalah tempat peribadatan umat Buddha.

Hingga pada tahun 1993 dimulai pembuatan Patung Buddha Tidur Mojokerto. Patung ini menggambarkan Buddha Gautama, dan menjadi yang terbesar di Indonesia.

Baca Juga :  8 Tahun Menanti, Tim Cabor Sepakbola Kabupaten Mojokerto Akhirnya Lolos Porprov Jatim VII 2022

Patung ini memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter. Selain itu, Patung Buddha Tidur Mojokerto dibuat menggunakan beton dan dicat warna kuning keemasan.

Jika ingin berkunjung, bagi yang tidak beribadah pihak pengelola mengenakan tarif Rp5.000 untuk biaya kebersihan dan perawatan.

Bukan hanya wisatawan lokal yang berkunjung, bahkan wisatawan mancanegara juga kerap mampir ke destinasi wisata ini.

Pasalnya, Patung Buddha Tidur Mojokerto ini merupakan yang terbesar ketiga di dunia. Oleh sebab itu, Buddha Tidur Mojokerto juga mendapat perhatian dari masyarakat mancanegara.

Adanya Patung Buddha Tidur Mojokerto membawa dampak positif pada masyarakat sekitar. Penduduk Desa Bejijong banyak yang membuka toko di sekitar lokasi.

Sebagian besar dari mereka berjualan souvenir, dan juga berbagai makanan.

Baca Juga :  PKS Mojokerto Buka Posko Mudik, Pengunjung Bisa Pijat Refleksi Gratis

Namun karena pandemi Covid-19 yang melanda, sempat ada penutupan yang terjadi, dan berimbas pada penurunan pengunjung.

Salah satu pedangan suvenir, Haryono (37) mengatakan, saat pandemi Covid-19 omset yang didapat bisa di bawah 50 persen.

Untungnya, kini keadaan sudah mulai membaik.

“Semoga setelah pandemi ini keadaan menjadi normal. Pengunjung dan omset kami bisa kembali seperti dulu,” ungkap warga Desa Bejijong itu.

Selain berjualan, ada juga sekitar yang berprofesi sebagai juru parkir. Mereka berkelompok mengatur dan menata kendaraan para pengunjung dengan ramah.

Masyarakat setempat yang berjualan menyebut objek Buddha Tidur Mojokerto membawa rezeki bagi mereka. Banyak yang terbantu di sisi ekonomi karena ramainya pengunjung.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi