Beruntungnya 2 Gadis Belia Mojokerto Yang Bakal Rasakan Nikmatnya Haji Di Usia Muda
Mojokerto

Caption: Ema Dwi Ariski (19/berkerudung merah hati) dan Siti Asmaul Nisfiyah (19/berkeredung cokelat susu)

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Beruntung, itulah kata yang dapat disematkan kepada dua Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, dua CJH asal Kabupaten Mojokerto tersebut masih berusia belia.

Kedua gadis itu yakni Ema Dwi Ariski (19) warga Desa Brayung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dan Siti Asmaul Nisfiyah (19) warga Dusun Terong Malang, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Ema, panggilan akrab Ema Dwi Ariski, merupakan gadis belia yang lahir di Kabupaten Mojokerto pada 15 Maret 2003 silam. Ema rencananya bakal berangkat ke tanah suci tahun ini.

Ema merupakan mahasiswi Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto. Ia merupakan lulusan Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang.

Adapun Ema mengaku senang bisa menjadi CJH di usia yang masih belia. Namun Ema mengakui bahwa dirinya masih perlu bimbingan untuk menyandang status sebagai seorang haji di usianya yang masih muda.

“Ya merasa senang karena bisa haji di usia muda. Tapi saya merasa sungkan setelah ibadah haji itu bagaimana menjaga sikap,” kata Ema kepada Satukanal.com di sela-sela acara pra-manasik haji Kabupaten Mojokerto di Gedung Ikatan Penghimpunan Haji Indonesia (IPHI) Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Senin (30/5/2022).

Baca Juga :  Cegah Pelecehan Perempuan dan Anak, Polres Mojokerto Launching Satgas PPA

Rencana keberangkatan Ema ke tanah suci ini menggantikan mendiang ayahnya yang wafat tahun 2021 lalu. Ia akan berangkat ke tanah suci bersama ibunya.

“Doa saya untuk mendiang ayah saya, karena ayah saya dulu yang mendorong ibu saya untuk haji. Doa yang lain untuk kesehatan, keberkahan ilmu, dan hidayah untuk keluarga saya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Siti Asmaul Nisfiyah, gadis belia kelahiran Kabupaten Mojokerto pada 24 Oktober 2022 ini menjadi peserta termuda bersama Ema.

Gadis yang akrab disapa Asmaul ini anak yatim piatu. Ia menjadi pengganti dari mendiang ibunya yang wafat Januari 2022 lalu. Gadis ini juga telah lama ditinggal oleh mendiang ayahnya.

Semenjak kedua orang tuanya wafat, Asmaul tinggal bersama bibinya di Pondok Pesantren Al-Mas’udy di Dusun Terong Malang, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  UNIM Gelar Semnas Pendidikan Merdeka Belajar

Kesehariannya menuntut ilmu agama, sekaligus berjuang untuk menghafalkan Al-Quran.

Kesempatan naik haji ini diperolehnya sesuai dengan pelimpahan porsi CJH di Kabupaten Mojokerto. Asmaul akan melengkapi rukun Islam ke tanah suci didampingi kakak kandungnya.

“Pertama untuk mendoakan kedua orang tua, semoga bapak dan ibu tenang di sana, husnul katimah, diampuni dosa-dosanya,” ujar Asmaul.

Asmaul merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Harapan mulia kepada kedua orang tuanya itupun menjadi doa yang akan dipanjatkannya di Padang Arafah dan di depan Ka’bah.

“Kedua, semoga impian saya, cita-cita saya, menjadi seorang khafidul Qur’an bisa terwujud. karena itu impian orang tua saya,” jelasnya.

Adapun pada musim haji kali ini, ada sebanyak 767 CJH asal Kabupaten Mojokerto yang bakal diberangkatkan ke tanah suci.

Pemberangkatannya dibagi menjadi 4 kloter, yang terjadwal pada tanggal 25 Juni 2022 hingga 1 Juli 2022.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi