Belum Jadi Tersangka, Korban Desak Polisi Tangkap Guru Agama Cabul Di Sooko Mojokerto | SATUKANAL.COM
Mojokerto

Caption: PH korban, Ansorul Huda (kanan)

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Ansorul Huda, Penasihat Hukum (PH) korban tindak asusila guru agama di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, mendesak polisi segera menangkap ustaz D.

Ustaz D merupakan salah satu pengajar TPQ di Kecamatan Sooko yang dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan tindakan cabul kepada muridnya. Pelaporan dilakukan oleh orang tua korban.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian untuk sesegera menangkap terduga pelaku tindak asusila ini, biar tidak berjatuhan korban lain,” kata Ansorul saat mendampingi korban di Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto, Rabu (29/6/2022).

Agar kasus ini tuntas, Ansorul meminta polisi bersama instansi terkait melacak semua orang yang bersentuhan atau berhubungan dengan guru agama cabul tersebut. Ia menduga korban lebih dari tiga anak.

Baca Juga :  Ditinggal Buwuh, 3 Kios Pasar Kedungmaling Ludes Terbakar

“Kelainan seksual pelaku ini bisa menjadi penyakit menular. Kami berharap penyidik melacak korban lainnya, sehingga para korban segera mendapatkan penyembuhan secara psikologi,” ujarnya.

Selain itu, Ansorul juga meminta polisi agar korban dilakukan visum et repertum psikiatri.

“Tindakan pelaku ini bisa jadi tidak berbekas, karena korban laki-laki. Kami berharap kepada kepolisian juga melakukan visum et psikiatri kepada korban, supaya bisa memperkuat bukti kawan-kawan penyidik,” tandasnya.

Baca Juga :  Jelang Liga 3 Bergulir, AC Majapahit Adakan Seleksi Pemain

Seperti diketahui, seorang guru agama berinsial D di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan ke polisi pada 10 Mei 2022. Ia diduga telah melakukan tindakan dugaan asusila kepada tiga anak laki-laki di bawah umur.

Kejadian itu terungkap setelah salah seorang korban mengadu kepada orang tuanya, bahwa dirinya pernah dilecehkan.

Selang beberapa hari, ada dua anak lain yang mengaku dan berani melapor. Tak hanya sekali, kelakuan tidak senonoh sang guru agama ini juga dilakukan berulang kali kepada sejumlah siswanya.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi