Beda Cacar Monyet Dan Flu Singapura Yang Sama-sama Ditandai Dengan Ruam | SATUKANAL.COM
cacar monyet

Ruam pada seseorang (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Cacar monyet akhir-akhir ini menjadi sorotan dunia lantaran jumlah kasusnya yang terus meningkat hari demi hari.

Hingga saat ini, cacar monyet bahkan disebut telah menginfeksi 219 orang di dunia, sejak pertama kali ditemukan kembali pada awal Mei lalu.

Diketahui, salah satu gejala penyakit  cacar monyet yakni adanya ruam di kulit. Meski demikian, banyak yang sulit membedakan antara ruam pada cacar monyet dan flu Singapura.

Flu Singapura sendiri dilaporkan banyak terjadi pada kelompok anak. Penyakit ini juga kerap disebut sebagai penyakit peralihan musim. Saat seseorang terserang flu Singapura, ruam akan muncul di area mulut, telapak tangan, dan kaki.

Sementara itu, pada cacar monyet ruam akan muncul setelah satu hingga tiga hari demam yang biasanya muncul di area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Lantas, apa beda flu Singapura dan cacar monyet? Simak ulasan di bawah ini.

Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet atau Monkeypox virus (MPXV). Ini bukanlah penyakit baru, tapi disebut telah ditemukan sejak 1970-an lalu.

Baca Juga :  Punya Kandungan Antioksidan, Ini 5 Manfaat Masker Kopi Untuk Kecantikan Kulit Wajah

Gejala cacar monyet mirip dengan cacar lain, tetapi lebih ringan. Perbedaan utama antara gejala cacar dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan kelenjar getah bening membengkak (limfadenopati), sedangkan cacar pada umumnya tidak.

Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam 7 sampai 14 hari, tetapi juga dapat berkisar antara 5 sampai 21 hari setelah terinfeksi. Beberapa gejala cacar monyet yang perlu diperhatikan:

  • demam
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • sakit punggung
  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • panas dingin;
  • kelelahan.

Kemudian dalam 1 sampai 3 hari setelah demam, pasien akan mengalami ruam. Sering dimulai dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lain. Ruam terdiri dari lesi yang berkembang dalam urutan berikut:

  • Makula, atau lesi berubah warna datar
  • Papula atau lesi yang sedikit terangkat
  • Vesikel atau benjolan dengan cairan bening
  • Pustula atau benjolan dengan cairan kekuningan
  • Keropeng
Baca Juga :  5 Kandungan Skincare untuk Cerahkan Wajah, Wajib Dicoba!

Lesi akan menghilang setelah mengering. Gejala cacar monyet umumnya berlangsung 2 hingga 4 minggu dan hilang tanpa pengobatan.

Flu Singapura

Dalam istilah medis, penyakit ini disebut juga sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD). Tidak berbeda dengan cacar monyet, penyakit ini juga bukan penyakit baru dan disebabkan oleh virus bernama Coxsackievirus.

Virus ini menular melalui cairan pada hidung, tenggorokan, dan lesi pada kulit yang pecah dari orang yang terinfeksi. Flu Singapura sendiri biasanya ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • demam
  • penurunan nafsu makan
  • batuk
  • sakit perut
  • sariawan atau bintik di mulut, tangan, dan kaki
  • kelelahan
  • sakit tenggorokan
  • ruam pada kulit di telapak tangan dan kaki.

Jika diperhatikan, beda penyakit flu Singapura dan cacar monyet juga bisa dilihat dari gejala yang muncul.

Pada flu Singapura, timbul gejala pernapasan serupa batuk dan sakit tenggorokan. Hal yang sama tak ditemukan pada cacar monyet. (adinda)