Bacaan Surat Yusuf Ayat 4 Latin Dan Artinya, Lengkap Dengan Kandungannya | SATUKANAL.COM
Surat Yusuf Ayat 4

Ilustrasi seseorang yang sedang berdoa (foto: freepik)

Satukanal.com, Nasional– Surat Yusuf ayat 4 jika diamalkan dengan baik maka diyakini bisa mempermudah jodoh dan memikat lawan jenis. Doa ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk kalian selain berusaha. Meskipun, rezeki dan jodoh berada di tangan Allah SWT.

Namun bukan berarti manusia hanya berpangku tangan saja untuk mendapatkaannya. Manusia diharuskan untuk berusaha sekua tenaga serta berdoa kepada sang Pencipta. Surat Yusuf ayat 4 ini menajdi salah satu doa yang dianjurkan untuk memperlancar jodoh.

Lantas, seperti apa bacaan Surat Yusuf ayat 4 latin dan kandungannya? Simak penjelasan berikut.

Surat Yusuf Ayat 4 Latin

Dalam Surat Yusuf sendiri, terdapat sebuah ayat yang dipercaya dapat menghadirkan jodoh dan memikat lawan jenis, yakni pada ayat yang keempat. Berikut bacaannya.

Idz qala yusufu li`abihi ya abati inni ra`aitu ahada ‘asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra`aituhum li sajidin

Arti Surat Yusuf Ayat 4: “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.

Dikutip dari buku Takdir dan Mukjizat Manusia Tertampan Yusuf Alaihi Salam karya Sulistyawati Khairu (2015:167), pada ayat yang keempat dalam Surat Yusuf mempunyai khasiat untuk menarik perhatian serta turut mendatangkan rasa kecintaan pada orang yang melihatnya.

Surat Yusuf yang terdiri dari 111 ayat merupakan sebuah surat yang mengisahkan Nabi Yusuf as. Disebutkan bahwa sebab turunnya Surat Yusuf karena orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan kepada mereka mengenai kisah Nabi Yusuf as.

Kisah Nabi Yusuf as telah mengalami perubahan pada sebagian dan terdapat beberapa penambahan pula. Maka Allah SWT menurunkan satu surat penuh secara terperinci yang mengisahkan tentang Nabi Yusuf as.

Nabi Yusuf as. merupakan nabi yang ke-11 dan putra dari Nabi Yaqub. Meski begitu bukan berarti hidupnya mudah. Bahkan Nabi Yusuf pernah dibuang ke sumur oleh saudaranya yang berhasil membohongi ayahnya. Namun Allah SWT menyelamatkan dengan memberikan seutas tali lewat seorang pedagang yang lewat.

Selain itu, Nabi Yusuf as. pernah difitnah oleh istrinya sendiri yang bernama Zulaikha. Ia sangat menyayangi Nabi Yusuf as. karena memiliki ketampanan luar biasa.

Akan tetapi rasa kagum Zulaikha membuatnya tidak kuat dari godaan seten. Akhirnya, ia merayu Nabi Yusuf as. untuk melakukan perbuatan tercela. Keduanya saling berkelahi hingga datanglah Qithfir. Zulaikha akhirnya memfitnah suaminya sendiri.

Adapun di dalam surat Yusuf ayat 4 ini dikisahkan mimpi nabi Yusuf yang merupakan gambaran wahyu dari Allah SWT. Mimpi tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah 40 tahun berlalu.

Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, mengatakan mimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan tunduk kepada Nabi Yusuf bukanlah mimpi anak-anak. Biasanya, mimpi anak-anak adalah melihat bintang, matahari dan bulan dalam pangkuan atau di depannya.

Nabi Yaqub pun sadar bahwa mimpi Nabi Yusuf bukanlah mimpi anak-anak biasa. Untuk itu, Nabi Yaqub meminta sang putra untuk merahasiakan mimpinya itu dari sebelas saudaranya. Mereka bisa bertindak sesuatu jika mengetahui cerita mimpi tersebut.

Permintaan Nabi Yaqub kepada sang putra pun terdapat dalam surat Yusuf ayat 5, seperti berikut ini:

Surat Yusuf ayat 5

Qala ya bunayya l taqu ru`yka ‘al ikhwatika fa yakd laka kaid, innasy-syaina lil-insni ‘aduwwum mubn

Artinya:

Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

40 tahun kemudian, ketika Yusuf kecil beranjak dewasa, mimpi ini benar-benar terjadi. Namun, bukan sebelas bintang, matahari dan bulan yang tunduk kepadanya.

Ketika didapuk sebagai pemimpin, Nabi Yusuf mempersilakan kedua orang tuanya untuk menduduki kursi singgasana, sementara sebelas saudaranya ada di hadapannya. Kejadian dalam kehidupan nyata, tentang mimpi masa kecil Nabi Yusuf, tertuang dalam surat Yusuf ayat 100.

Surat Yusuf ayat 100 Latin:

Wa rafa’a abawaihi ‘alal-‘arsyi wa kharr lah sujjad, wa qla y abati h ta`wlu ru`yya ming qablu qad ja’alah rabb aqq, wa qad asana b i akhrajan minas-sijni wa j`a bikum minal-badwi mim ba’di an nazagasy-syainu bain wa baina ikhwat, inna rabb laful lim yasy`, innah huwal-‘almul-akm

Artinya: “Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Kandungan Isi Surat Yusuf Ayat 4

Berikut ini beberapa kandungan dalam surat Yusuf ayat 4 dikutip dari suara.com:

  • Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya untuk mengetahui dan mempelajari kisah Nabi dan Rasul
  • Menggambarkan kedekatan orang tua dan anaknya. Sebagai orang tua hendaknya kita meneladani sikap Nabi Yaqub yang memiliki sifat terbuka sehingga Nabi Yusuf dapat bercerita dengan leluasa bahkan tentang mimpinya
  • Bukti kebesaran Allah yang memperlihatkan kejadian yang akan terjadi di masa depan melalui mimpi
  • Mimpi yang menjadi kenyataan, Nabi menjadi pemimpin negeri dan saudara-saudaranya patuh dan tunduk kepadanya.
  • Ayat 4 ini mengandung hikmah, bukan pengasihan sebagaimana keyakinan sebagian orang.

Demikianlah ulasan mengenai bacaan surat Yusuf ayat 4 latin beserta terjemahan dan kandungan ayatnya.

Advertisements