Apriyani Rahayu Bakal Main Dengan 2 Partner Berbeda Tahun Ini | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Apriyani

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat Olimpiade Tokyo 2021 (Foto: Instagram Greysia Polii)

Satukanal.com, Nasional– Apriyani Rahayu bakal dipasangkan dengan dua patner sekaligus tahun ini. Rencana ini disampaikan oleh pelatih sektor ganda putri Pelatnas PBSI, Eng Hian.

Pelatih ganda putri Pelatnas PBSI, Eng Hian, mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menyiapkan pengganti Greysia Polii. Proses persiapannya snediri mulai dilaksanakan pada tahun ini dan ditargetkan pasangan baru ini bisa lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024.

“Ganda putri memang tahun ini kita persiapkan untuk partner baru Apriyani, jadi Apri mungkin di tahun ini akan bermain dengan dua partner berbeda,” kata Eng Hian dalam konferensi pers via daring di Jakarta dikutip dari suara.com.

Meski demikian, PBSI tidak akan menaruh pengganti Greysia secara terburu-buru. Mengingat, banyak penyesuaian yang harus dilakukan oleh atlet calon pengganti agar bisa mempertahankan peringkat dan sekaligus lolos kualifikasi Olimpiade.

Baca Juga :  Jaminan Hari Tua Bisa Cair Sebelum 56 Tahun, Ini Revisi Aturannya

Menurut pria yang akrab disapa Didi itu, PBSI akan melakukan seleksi ketat bagi calon pasangan Apriyani Rahayu. Proses utamanya ialah dengan latihan dan persiapan turnamen demi mengejar poin Federasi Badminton Dunia (BWF).

“Tahun ini dengan dua pasangan, termasuk dengan Greysia sendiri akan dipasangkan dengan pemain muda agar ada penyesuaian permainan. Lalu akan ada seleksi juga dan persiapan untuk mengejar peringkat poin. Karena pasangan baru ini targetnya ikut Olimpiade,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eng Hian juga memaparkan alasan mengapa tetap mempertahankan Greysia Polii yang sejak akhir tahun lalu mengisyaratkan untuk segera pensiun.

Baca Juga :  Hasil Futsal SEA Games 2021, Indonesia Babat Habis Myanmar 6-0

Menurutnya, sektor ganda putri pelatnas PBSI masih membutuhkan sosok senior berprestasi seperti Greysia Polii yang tahun lalu menyabet medali emas Olimpiade Tokyo bersama Apriyani. Kehadiran Greysia diharapkan bisa memperlancar proses regenerasi atlet sektor ganda putri yang mayoritas diisi para pebulu tangkis muda minim pengalaman.

“Kami tahu sektor putri ini kekurangan role model, itulah kenapa Greysia masih bertahan di Pelatnas. Selain mempertahankan prestasi dengan Apriyani, tapi juga melanjutkan estafet di sini agar tak putus, dia bisa bimbing junior-juniornya,” tutur Didi. (Adinda)