Apa Itu Buta Warna Parsial? Sebabkan Calon Bintara 2021 Yang Viral Di Medsos Gagal Jadi Polisi | SATUKANAL.COM
Apa itu Buta Warna Parsial

Satukanal.com, Nasional– Apa itu buta warna parsial? Menjadi salah satu topik pencarian yang baru-baru banyak dicari usai kasus Fahri Fadillah Nur Rizky ramai di media sosial.

Kasus ini bermula ketika Fahri curhat di media sosial. Dalam sebuah video TikTok, Fahri mengungkap kekecewaannya digagalkan menjelang pendidikan Bintara Polri, padahal sudah dinyatakan lolos seleksi.

“Saya Farih Fadillah Nur Rizky, siswa bintara Polri yang digagalkan. Yang terhormat kepada Bapak Presiden, kepada Bapak Kapolri, saya siswa bintara Polri yang digagalkan ketika mau berangkat pendidikan,” ujar Fahri dalam video.

Fahri mengaku lulus seleksi bintara Polri dengan ranking ke-35 dari 1.200 pendaftar. Fahri mendaftar bintara Polri di Polda Metro Jaya.

“Saya memohon kebijaksanaannya kepada Bapak Presiden dan Bapak Kapolri Bapak Kapolda dan anggota Dewan untuk mengembalikan hak saya untuk berangkat pendidikan Bintara Polri,” lanjutnya.

Keterangan Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya buka suara terkait lolosnya Fahri Fadilah Nur Rizki (21) tes kesehatan khususnya buta warna dalam proses rekrutmen calon siswa Bintara Polri 2021.

Adapun, tes buta warna adalah syarat mutlak sebagai anggota Polri. Peserta seleksi tidak boleh memiliki buta warna.

Fahri sendiri sudah 3 kali ikut seleksi dan selalu gagal karena buta warna. Tetapi pada seleksi keempat kalinya Fahri lulus tes buta warna. Polisi menduga Fahri menghafal tes buta warna.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Didiet Setiobudi menyatakan kemungkinan Fahri Fadilah lolos dalam tes buta warna itu karena telah belajar dan memahami hal-hal terkait buta warna parsial.

“Kemungkinan terbesar dia belajar tentang buta warna, dia menghafal melalui buku yang memang dijual bebas,” kata Didiet Senin (30/5/2022) dikutip dari suara.com.

Selain itu, dalam proses tes rekrutmen calon siswa Bintara Polri, tim panitia selalu menggunakan satu buku yang sama sebagai bahan referensi untuk para calon siswanya.

Baca Juga :  Ketahui Cara Mengatasi Maag Kambuh, Ada Obat yang Disarankan!

“Buku ini memang dijual bebas di tempat alat kesehatan (alkes) seperti Kimia Farma sehingga kemungkinan dia belajar dan menghafal di buku ini karena dari tahun ke tahun pakai buku ini,” jelasnya.

Lantas, apa itu buta warna parsial yang dialami Fahri sehingga membuat dirinya gagal menjadi polisi? Simak ulasan mengenai apa itu buta warna parsial di bawah ini.

Apa Itu Buta Warna Parsial?

Apa itu buta warna parsial? Buta warna merupakan kondisi saat kualitas penglihatan terhadap warna berkurang. Pengidap kondisi ini akan mengalami kesulitan dalam membedakan warna tertentu.

Namun, pengidap kondisi ini masih dapat melatih diri dalam beradaptasi, sehingga dapat menjalankan aktivitas hariannya dengan normal. Buta warna sendiri terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya adalah buta warna parsial.

Buta warna jenis ini akan memiliki ciri dan karakter berupa:

  • Melihat warna biru tampak kehijauan. Selain itu, pengidap kondisi ini akan sulit membedakan warna merah mudah dengan kuning dan merah.
  • Melihat warna biru terlihat seperti hijau. Selain itu, pengidap akan melihat warna kuning, seperti abu-abu atau ungu terang.

Apa itu buta warna parsial? Buta warna parsial merupakan jenis buta warna yang paling umum dialami. Pengidap buta warna akan memiliki pandangan yang berbeda tentang warna serta tidak dapat membedakan beberapa warna tertentu.

Buta warna parsial biasanya terjadi ketika salah satu anggota keluarga memiliki kelainan pada fotopigmen, yaitu molekul yang bertugas dalam mendeteksi warna dalam sel-sel pada retina.

Selain karena adanya faktor keturunan, buta warna dapat disebabkan oleh paparan zat kimia berbahaya atau cedera fisik pada beberapa area tubuh, seperti mata, saraf penglihatan, bagian otak yang bertugas memproses informasi warna. Tak hanya itu, katarak dan usia juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami buta warna.

Baca Juga :  Link Download Tema HUT RI ke 77, Lengkap dengan Logo dan Ucapannya!

Buta warna parsial memiliki dua golongan, yaitu kesulitan membedakan warna pada gradasi merah-hijau, dan sulit membedakan warna biru-kuning.

Ketika pengidap kesulitan membedakan warna merah-hijau, kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya fungsi sel kerucut merah atau kerucut hijau. Apa itu buta warna parsial? perlu diketahui bahwa buta warna ini terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Deuteranopia, yaitu ketika pengidap melihat warna merah menjadi kuning kecoklatan dan warna hijau menjadi krem.
  • Protanopia, yaitu ketika pengidap melihat warna merah tampak hitam, warna jingga dan hijau akan terlihat kuning, dan sulit membedakan warna ungu dan biru.
  • Protanomali, yaitu ketika pengidap melihat warna jingga, merah, dan kuning tampak lebih gelap menyerupai warna hijau.
  • Deuteranomalia, yaitu ketika pengidap melihat warna hijau dan kuning menjadi kemerahan, dan sulit membedakan warna ungu dan biru
  • Sementara itu, buta warna biru-kuning terbagi menjadi dua macam, yaitu:
  • Tritanomali, yaitu ketika pengidap melihat warna biru tampak lebih hijau, serta sulit membedakan kuning dan merah.
  • Tritanopia, yaitu ketika pengidap melihat warna biru lebih tampak hijau dan warna kuning tampak menjadi ungu atau abu-abu muda.

Sebagai informasi, manusia sudah kenali dengan warna-warna di sekitarnya. Oleh karena itu, sebagian besar pengidap buta warna parsial tidak menyadari jika mereka mengalami gangguan tersebut.

Untuk mengatasinya, pengidap dapat menggunakan lensa kontak yang dapat membantu membedakan warna. Adapun, buta warna parsial yang diwariskan melalui genetik keluarga tidak dapat disembuhkan, karena tidak mungkin menggantikan sel kerucut pada retina.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu buta warna parsial yangbaru-baru ini menjadi saah satu topik yang banya dicari oleh banyak orang. (adinda)