Angka Kesembuhan Sapi Yang Terpapar PMK Di Jombang Capai 3,5 Persen
Panduan Kurban dan Salat Idul Adha 2022

Sapi di tempat peternakan milik Khoirul Amin. (Anggit/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kabupaten Jombang – Meski angka kematian sapi akibat Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Jombang tergolong tinggi, tapi hal tersebut juga diimbangi angka kesembuhan yang tinggi pula yakni di kisaran 31,5 persen.

Merujuk data dari Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, angka kesembuhan hewan ternak sapi yang terjangkit PMK mencapai 210 sapi atau 31,5 persen dari keseluruhan kasus.

“Untuk kesembuhan sapi yang terkena PMK cukup signifikan yaitu sekitar 31,5 persen. Dari awalnya 110 sapi, kini sudah mencapai 210 sapi yang sembuh,” jelas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Agus Susilo Sugioto, Senin (30/5/2022).

Baca Juga :  Kata Polresta Mojokerto Soal Anggotanya yang Dikabarkan Digerebek Warga Gegara Selingkuh dengan Istri Tentara

Salah satu cara yang dipakai Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk mencegah penularan PMK yakni dengan inkubasi. Masa inkubasi atau isolasi dilakukan selama 14 hari, terhitung sejak hewan ternak dinyatakan sakit.

Agus melanjutkan, dari upaya inkubasi yang dilakukannya terdapat ratusan sapi yang sudah dinyatakan sembuh.

Dinas Peternakan Kabupaten Jombang memang bekerja keras untuk menangani wabah PMK ini.

Untuk tahapan penanganan, lanjut Agus, pihaknya memberikan antibiotik dan vitamin berkala, dan memisahkan sapi yang sakit dengan sapi yang sehat di kandang yang berbeda. Hal itu dilakukan karena PMK cepat menular.

Baca Juga :  Ayah Tiri di Jombang Diduga Setubuhi Anak Tiri hingga Hamil Delapan Bulan

“Penyuntikan antibiotik sama vitamin dilakukan 7-10 kali. Itu juga tergantung dari kondisi setiap sapi,” tuturnya.

Reporter: Anggit Pujie Widodo
Editor: U Hadi