Aliando Syarief Idap OCD, Penyakit Apa Itu Dan Apa Saja Gejalanya? | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
OCD aliando

Potret Aliando Syarief

Satukanal.comNasional – Mendadak aktor Aliando Syarief kembali jadi perbincangan. Aliando Syarief mengaku mengalami gangguan mental OCD atau Obsessive Compulsive Disorder ekstrem.

Sebelum mengkonfirmasi terkena penyakit tersebut, diketahui bahwa sang aktor dikabarkan vakum lama, tak terlihat di layar kaca.

Kondisi itu dituturkannnya secara langsung saat live Instagram di akun resminya. Menurut Aliando, OCD yang dirasakan selama dua tahun ini lebih dari penderita biasa.

“OCD itu mereka kalau melihat buku nggak rapi, nggak enak ditutup lagi. Tapi ini lebih, masa mandi aja harus gue hitung rambut. Kan, kacau gitu,” ungkap Aliando (27/1/2022).

Selain itu, beberapa perilaku aneh juga harus dirasakannya saat OCD esktrem menyerangnya. Sebut saja saat sesuatu barang harus tertata dengan rapi hingga mengulang suatu tindakan.

Lalu, apa penyakit OCD itu dan apa saja gejalanya?

Apa itu ODC

Dilansir dari laman alodokter, OCD merupakan gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Gangguan obsesif kompulsif dapat dialami oleh siapa saja. Meski lebih sering terjadi di awal usia dewasa, OCD juga bisa terjadi pada anak-anak atau remaja.

Baca Juga :  Aturan Baru PTM 100 Persen Menurut SKB 4 Menteri, Orang Tua Diberikan Pilihan

Penderita OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya tersebut berlebihan, tetapi tetap merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindarinya.

Gejala dan Diagnosis OCD

Gejala OCD adalah gangguan pikiran yang menimbulkan rasa cemas atau takut terus menerus, dan perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan kecemasan tersebut.

Sebagai contoh, penderita OCD yang takut terkena penyakit, akan mencuci tangan secara berlebihan atau terlalu sering membersihkan rumah. Gejala gangguan jiwa ini perlu dibedakan dengan OCPD (obsessive compulsive personality disorder) yang merupakan gangguan kepribadian.

Psikiater akan melakukan wawancara secara mendalam mengenai pikiran dan perilaku yang timbul, serta menggali dampaknya pada kehidupan penderita.

Psikiater juga akan memastikan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan, untuk melihat adanya penyakit lain yang bisa mengakibatkan munculnya gejala OCD.

Penyebab OCD

Penyebab OCD belum diketahui secara pasti, namun terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami OCD, yaitu:

  • Menderita gangguan mental
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita OCD
  • Pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan
Baca Juga :  Mudik Lewat Pelabuhan Merak? Baca Ini Untuk Tahu Aturan Terbarunya

Pengobatan ampuh untuk OCD

Dua pengobatan utama untuk OCD adalah psikoterapi dan pengobatan. Sering kali pengobatan paling efektif dengan kombinasi dari keduanya.

1. Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah sejenis psikoterapi yang efektif untuk banyak orang dengan OCD. Ini melibatkan ekspos secara bertahap pada objek atau obsesi yang ditakuti. Terapi ini akan membantu kamu mempelajari cara-cara untuk menahan dorongan kompulsif.

2. Pengobatan

Obat psikiatri tertentu dapat membantu mengendalikan obsesi dan kompulsi OCD. Jenis obat yang paling umum digunakan adalah antidepresan. Beberapa jenis antidepresan yang dikonsumsi adalah:

  • Clomipramine (Anafranil) untuk orang dewasa dan anak-anak 10 tahun ke atas,
  • Fluoxetine (Prozac) untuk dewasa dan anak-anak 7 tahun ke atas,
  • Fluvoxamine untuk orang dewasa dan anak-anak 8 tahun ke atas,
  • Paroxetine (Paxil, Pexeva) hanya untuk orang dewasa,
  • Sertraline (Zoloft) untuk dewasa dan anak-anak 6 tahun ke atas.

Dokter akan meresepkan antidepresan dan obat psikiatri lain sesuai dengan kebutuhan dan diagnosis kondisi. Tujuan pemberian obat adalah untuk mengontrol gejala secara efektif dengan dosis serendah mungkin. (viska)