Kasus Covid-19 Luar Jawa-Bali Alami Kenaikan Di Atas 50 Persen | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Agustus 2021, Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali Alami Kenaikan di Atas 50%

Pelaksanaan vaksinasi (Foto: Yulsa Zenna/ Satukanal.com)

Satukanal.com, Nasional – Sejumlah daerah di luar provinsi Jawa dan Bali kembali mengalami tren peningkatan kasus Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti beberapa provinsi yang mengalami peningkatan di dua pekan terakhir.

Diketahui, perpindahan lonjakan yang terjadi sama dengan rangkuman mingguan kasus Covid-19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Situation Report-66 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (5/8/2021), laporan yang dirilis mingguan ini menunjukan adanya perubahan grafik lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia khususnya wilayah yang ada di luar pulau Jawa dan Bali.

Sementara itu, terdapat 5 provinsi yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 di atas 50 persen diantaranya yakni, Kalimantan Timur (Kaltim), Sumatera Utara (Sumut), Papua, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Riau.

Adapun urai lengkap yang disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas evalusi perkembangan dan tindak lanjut PPKM level 4 secara daring menyebut, pada 5 Agustus kemarin, Kaltim kasus aktif sebanyak 22.529 kasus, Sumut sebanyak 21.876 kasus, Papua 14.989 kasus, Sumbar 14.496 kasus serta Kepulauan Riau 13.958 kasus.

Baca Juga :  Jadwal Uber Cup 2022, Hari Ini Indonesia Tantang Jepang

Jokowi menyampaikan, pada Jumat (6/8/2021) tiga provinsi mengalami kenaikan kasus baru yaitu Sumut naik menjadi 22.892 kasus, Kepulauan Riau 14.993 kasus, Sumbar 14.712 kasus.

Selain itu, Jokowi juga turut menyoroti lonjakan kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dimana pada 6 Agustus 2021 mengalami lonjakan yang mencapai 3.598 kasus.

Kenaikan kasus ini terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakat yang lengah serta menganggap daerahnya baik-baik saja karena tidak menerapkan PPKM Level 4.

Melansir dari laman kompas.com, Dicky Budiman selaku Epidemiolog dari Griffith University menyarankan sejumlah strategi kepada pemerintah terkait penanganan lonjakan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga :  PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Beberapa Kabupaten/Kota Berstatus Level 3

Dicky mengatakan, pemerintah kini perlu memperkuat testing, pelacakan atau tracing, dan perawatan pasien atau treatment (3T). Percepatan pelaksanaan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan juga harus tetap dilakukan.

“Saat ini harus diperkuat 3T, 5M, dan vaksinasi. Trias strategi itulah yang harus dilakukan dengan kuat,” jelasnya.

Ketiga strategi itu masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Dirinya juga mengingatkan, daerah perlu belajar dari situasi lonjakan kasus yang sebelumnya terjadi di Pulau Jawa dan Bali.

Hal tersebut perlu dilakukan karena, daerah tidak bertindak aktif dalam penanganan pandemi Covid-19, maka, dampak kematian yang besar akan membayangi. Terlebih, masih ada keterbatasan fasilitas kesehatan (faskes) hingga sumber daya manusia di wilayah tersebut.

 

Pewarta: Viska

Editor: Ubaidhillah