Sempat Diragukan Kapasitasnya, Javier Roca Justru Selamatkan Persik Dari Degrdasi | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Screenshot_2021-11-11-18-58-55-92_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7-00e7d911

Pelatih Persik Kediri, Javier Roca (Dok.)

Satukanal.com, Kediri – Saat menggantikan posisi Joko Susilo sebagai pelatih kepala dipenghujung berakhirnya putaran pertama Liga 1 2021 musim lalu.

Publik sempat meragukan kemampuan melatih Javier Roca. Ini bisa dimaklumi karena selama meniti karier di sepak bola Indonesia, publik lebih mengenalnya sebagai pemain bukan sebagai pelatih.

Apalagi pria asal Chile tersebut, sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman melatih di klub mana pun di Indonesia.

“Sebenarnya wajar saja, kalau meragukan kemampuan seseorang. Tidak mungkin orang langsung percaya. Aku sih terima saja, dan bukan bohong memang aku pelatih SSB, dan itu tidak masalah,” jelas Roca.

Roca menganggap, kurang tepat jika publik meragukan kemampuanya. Mengingat dirinya sudah paham betul karakter dan budaya bangsa Indonesia. Kecuali jika dirinya orang baru disini.

“Jadi salah tempat juga saya disini sudah 20 tahun broo. Jadi sebenarnya tidak terlalu susah untuk beradaptasi ke pemain,” ungkapnya .

Sejak menggantikan posisi Joko Susilo, lambat laun permainan Persik Kediri berubah ke arah lebih baik. Ditangan Javier Roca, Persik Kediri bermain ngeyel dan lebih berkarakter. Perlahan Persik Kediri berhasil menjauh dari zona degradasi dan terakhir finish di posisi peringkat 11.

Baca Juga :  Cek Arus Mudik di Kediri, Arteria Dahlan Ingatkan Petugas untuk Tak Lengah

“Kalau filosofinya seperti yang saya sudah bilang. Itu kamu kasih ke teman yang pakai baju ungu juga. Di situ kita bisa bangun permainan. Disitu kalau kamu kalah bola udah kamu kejar,” jelasnya.

“Dari situ kita bisa lihat kemampuan pemain kita masing masing. Mereka bisa teridentifikasi dengan permainan, karen saya bukan sosok yang memaksa dengan permainan seperti itu. Kita bawa ke forum untuk didiskusikan, bagimana enaknya main, menurut kalian bagaimana,” ujarnya.

Ia menilai dalam jiwa para pemain harus ditanamkan filsofi hidup untuk sepak bola. Menurutnya setiap pemain harus memiliki jiwa untuk saling memiliki klub ini

“Jadi selama tinggal di Bali 3 bulan, saya semua yang mengatur, dari semua hal baik makanan, sesi latihan, istirahat. Mereka bangun harus isi formulir, setelah latihan isi formulir lagi. Saya bikin program latihan. Setelah latihan mereka diijinkan untuk menilai , latihannya keras atau gampang . Jadi saya salut sama mereka para pemain profesional. Itulah hidup untuk sepak bola,” terangnya .

Saat Manajemen Persik Kediri memutuskan untuk mengangkat Javier Roca sebagai pelatih kepala menggantikan posisi Joko Susilo. Manajemen tidak sembarangan dalam mengambil keputusan dan memiliki beberapa pertimbangan.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Walkot Kediri Imbau Pedagang Jalan Dhoho Tak Seenaknya Naikan Harga

“Sebenarnya saat itu banyak sekali pilihan, ada sekitar empat nominator calon pelatih Persik. Di antaranya Coach Fachri Husaini, dan Ivan Kolev,” jelas pria kelahiran Surabaya, Sabtu 2 April 2022 kepada.

Yahya Alkatiri Eks Manager Persik mengungkapkan alasannya memilih Javier Roca karena adanya beberapa pertimbangan. Di antaranya, Roca sangat mengenal karakter pemain Indonesia. Pengalamannya bermain di Tanah Air selama 10 tahun menjadi modal penting menangani klub Indonesia.

Berikutnya, Roca sangat menyukai gaya main Persik. Kesamaan visi itulah yang akhirnya membuat Persik dan Roca sepakat menjalin kerja sama.

Roca kini memegang lisensi kepelatihan Pro License A yang dikeluarkan federasi sepak bola Chili. Di negara asalnya tersebut, pria 44 tahun ini pernah membawa klub Santa Cruz promosi ke Liga 2.

Dia juga pernah menjadi trainer bagi calon pelatih yang mengurus lisensi di National Football Institute (INAF) di Chili.

 

 

 

Pewarta: Jhony Indo 

Editor: Ubaidhillah