Ayam Goreng Spesial

Caption: Kuliner Ayam Spesial dari Warung Makan Bu Jami yang khas pedesaan

Satukanal.com, Kediri – Hampir setiap hari warung ayam goreng spesial di Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tidak pernah surut didatangi pengunjung.

Pecinta kuliner Kediri Raya biasa menyebut atau mengenalnya dengan panggilan menu ayam pedes. Menu ayam pedes ternyata sudah populer dan dikenal masyarakat luas sejak tahun 1985 silam.

Menu ayam goreng yang khas dengan rasa pedasnya ini merupakan menu andalan Warung Makan Bu Jami. Warung ini sengaja tetap mempertahankan cara memasak tradisonal yang sejak dulu dilakukan.

Jika pengunjung datang ke warung, maka bisa melihat secara langsung proses memasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu. Tentunya kualitas rasanya lebih sedap bila dibandingkan menggunakan peralatan masak modern dengan tabung elpiji.

Disamping itu, memasak menggunakan kayu bakar aromanya lebih terasa. Begitu tiba di warung, anda akan melihat kondisi bangunanya yang semuanya masih menggunakan kayu, sehingga suasana rumah pedesaan tempo dulu terasa di sini.

Baca Juga :  Persik Kediri Soroti 2 Pemain Berlabel Timnas Milik Persikabo 1973 di Laga Perdana Piala Presiden

“Untuk proses memasaknya tetap mempertahankan olahan bumbu masakan zaman dulu, atau ciri khas pedesaan dengan cara digoreng mengunakan bahan baku kayu serta sebuah tungku tradisional,” ujar Bu Jami.

“Alasannya agar proses pengorenganya lebih sempurna, dan aromanya berbeda bila dibandingkan dengan dimasak menggunakan kompor gas,” lanjut Bu Jami.

Untuk melayani permintaan pelanggan, setiap hari warung ayam spesial menghabiskan 25 sampai 30 ekor ayam. Warung ini mulai buka dari pukul 15.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Karena warung buka hingga pukul 03.00 WIB. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang larut malam.

Mayoritas mereka ialah peziarah yang hendak ke makam ulama yang lokasinya tidak jauh dari warung tersebut.

“Alhamdulillah warung saya selalu ramai jika tengah malam tiba. Apalagi jika ada kegiatan pengajian atau peziarah dari luar Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Selain dikenal kualitas rasanya yang enak, gencarnya informasi yang beredar di media sosial secara langsung berpengaruh terhadap jumlah pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Kebut Pembangunan Jembatan Gedangsewu, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2022

Mereka datang ke Warung Makan Bu Jami untuk membuktikan sendiri, mencicipi ayam pedas buatanya.

Aby Madiyan, warga Kota Kediri, mengaku lebih dari 10 kali datang ke warung ayam goreng spesial. Biasanya ia datang tidak sendirian melainkan mengajak temanya yang lain.

“Saya kan biasa berziarah ke makam Gus Mik, sekian mampir ke ayam pedes. Rasanya dan bentuk bumbunya seperti opor mas, cuman bedanya yang ini pakai bumbu pedas. Jadi sangat terasa cabenya di lidah,” sebutnya.

Cukup hanya merogoh kocek Rp10.000, pengunjung bisa merasakan sensasi kelezatan ayam bumbu pedes khas Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, ini.

Pelanggan yang datang tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa. Warung Makam Bu Jami juga sering menjadi jujugan pejabat Kepala Dinas Kota maupun Kabupaten Kediri.

Pewarta: Johny Indo
Editor: U Hadi