7 Fakta Seputar Kematian NW, Sempat Meminta Bantuan Sebelum Bunuh Diri | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Novia Widyasari

Laman Instagram milik Novia Widyasari 

Satukanal.com, Nasional – Kasus NW (23) masih menjadi perbincangan hangat warganet. Sebelum mengakhiri hidup, Novia diduga diperkosa dan dipaksa menjalani aborsi oleh kekasihnya yang merupakan anggota polisi, RB.

Kematian mahasiswi Universitas Brawijaya itu menjadi perhatian masyarakat terutama, setelah tagar #Savenoviawidyasari menjadi trending topic di Twitter, pada Sabtu (4/12/2021).

Berikut 7 fakta yang dirangkum Satukanal.com mengenai kasus bunuh diri dan dugaan pemerkosaan yang dialami NW.

1. Bunuh Diri di Samping Pusara Ayah

Pada Kamis (2/12/2021), N ditemukan tewas di samping puara ayahnya di Tempat Pemakaman Islam (TPI) Dusun Sugihan Desa Japan Kecamatan Sooko, Mojokerto. Tubuh korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 15.30 WIB.

Diduga korban bunuh diri dengan menenggak racun. Dugaan ini berdasarkan temuan cairan seperti teh dengan bau menyengat yang diduga racun. Cairan itu dikemas korban dalam botol air minum.

2. Chat Pengakuan Korban Terungkap

Kisah kelam N yang memutuskan bunuh diri pun terungkap melalui isi chat yang dibagikan teman. Korban mengakui telah diperkosa oleh kekasihnya sendiri, RB di sebuah penginapan.

Chat itu mengungkap N oleh kekasihnya sendiri saat di penginapan. Ia diberi obat dan dipaksa menegaknya sampai tertidur, sebelum akhirnya diperkosa.

3. Bripda RB Jadi Pacar Korban

Brigjen Slamet menjelaskan dari hasil pemeriksaan, Bripda RB mengaku berkenalan dengan korban di suatu acara pada Oktober 2019 lalu menjalin hubungan asmara 1 bulan setelahnya.

Setelah resmi pacaran mereka melakukan perbuatan seperti suami istri. Ini sudah berlangsung sampai 2021, dilakukan di Malang di tempat kos serta hotel yang berada di kawasan Malang.

4. Dua Kali Hamil dan Aborsi

Dari pengakuan Bripda RB, N sudah dua kali menggugurkan kandungan, pada Maret 2020 dan Agustus 2021. Menurut pengakuan Bripda RB, mereka sepakat mengugurkannya dengan menggunakan obat yang dilakukan di tempat kosnya yang ada di Malang. Saat itu usia kandungan pertama (digugurkan) berusia mingguan.

Baca Juga :  Soal Proyek Mangkrak di Kota Mojokerto, Ning Ita: Manajemen Pelaksana Kurang Kompeten!

Selanjutnya pada Agustus 2021, mereka kembali menggugurkan kandungan dengan cara meminum obat merek Cycotec di apotek di sekitar Malang dengan harga Rp 1,5 juta. Sementara, usia kandungannya yang kedua sekitar empat bulan.

5. N sempat meminta bantuan kawannya

Beredar chat NW pernah meminta tolong pada sosok ini sebelum memilih bunuh diri. Sosok ini sempat berkomunikasi dengan NW pada Agustus 2021.

Hal ini diungkap oleh akun Twitter @ponakanjendral. Akun ini membagikan tangkapan layar yang menunjukkan chat N kepada seseorang.

“yakin pak cuma 5 tahun ?

#Randybagusharisasongko
#RANDYBAGUSHARISASONGKOLAYAKDIHUKUMKEBIRI
#percumalaporpolisi,” cuit akun tersebut, seperti dikutip Desk Jabar dari Twitter @ponakanjenderal, Senin 6 Desember 2021.

Sementara itu, pada foto yang dibagikan terlihat akun Instagram @noviawidyasr mengungkap kondisinya.

Namun, ia menyebutkan bahwa hal itu dialami oleh temannya. Ia saat itu menuliskan DM pada sosok yang dipanggil “mas”.

“Mas misalkan ni yo ada temenku hamil
naj kek stiap kali nglakuin gitu iku dipaksa trus aborsine jg dipaksa nah itu enak e dibawa kmn y cowok ini diperkarakan kemana,” tulis N pada chat bertanggal 14 Agustus 2021.

Kemudian, sosok yang dihubunginya ini menyarankan agar ia menghubungi Komnas Perempuan. Chat tersebut oleh netizen dijadikan sebagai bukti bahwa N bukan melakukan atas dasar suka sama suka, tapi dipaksa.

6. Bripda RB dijebloskan ke Tahanan

Bripda RB, polisi tersangka kasus aborsi terhadap korban bunuh diri NW, kini ditahan di Mapolda Jawa Timur (Jatim). RB yang sebelumnya berdinas di Mapolres Pasuruan Kabupaten ini sekarang harus menghuni sel di Mapolda Jatim, lengkap dengan baju tahanan yang ia kenakan.

Baca Juga :  Polresta Mojokerto Amankan 3,1 Juta Pil Koplo

Kekasih N, Bripda RB, saat ini telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolres Mojokerto. Ia disangkakan sanksi etik dan Pasal 348 KUHP tentang aborsi, dengan ancaman hukuman paling lama 5,5 tahun penjara.

7. N pernah alami kasus pelecehan di kampus

Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) ini pernah mengalami pelecehan seksual fisik dan verbal oleh salah satu seniornya.

Pihak Universitas Brawijaya memberikan penjelasan perihal kasus pelecehan seksual yang dialami N. Dekan FIB UB Agus Suman mengatakan bahwa kasus pelecehan seksual yang terjadi pada 2017, dilaporkan NW pada Januari 2020.

“Pada awal Januari 2020, NW melaporkan kasus pelecehan seksual yang pernah dialaminya kepada Fungsionaris FIB UB,” katanya dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 5 Desember 2021.

Pelaku pelecehan seksual yang dilaporkan N merupakan kakak tingkatnya yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FIB UB dengan inisial RAW. Saat itu, usai menerima laporan, FIB UB melakukan tindak lanjut dengan membentuk Komisi Etik.

Pemeriksaan terhadap RAW dilakukan, kakak tingkat N itu terbukti bersalah dan telah diberikan sanksi oleh pihak Universitas Brawijaya. Sementara untuk N, diberikan pendampingan berupa pemberian konseling sesuai peraturan yang berlaku. Kasus pelecehan seksual itu, sudah diselesaikan.

 

 

Editor : Naviska