3 Pasar Tertua Di Indonesia Yang Jadi Pusat Belanja Sejak Ratusan Tahun | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Pasar Tertua di Indonesia

Pasar Terapung Muara Kuin (Foto: Instagram @loka.id)

Satukanal.com, Nasional– Tahukah Anda bahwa ada pasar tertua di Indonesia yang jadi pusat perbelanjaan sejak ratusan tahun lalu?

Seperti diketahui, pasar menjadi salah satu pusat pertukaran ekonomi masyarakat. Di Pasar, para penjual akan menawarkan barang dan jasa kepada pembeli.

Pasar di Indonesia sendiri di Indonesia di bagi menjadi dua jenis yakni pasar tradisional dan pasar modern. Keduanya sebenarnya memiliki fungsi yang hampir sama hanya berbeda perihal cara pertukarannya.

Untuk pasar tradisional, para pembeli dapat langsung berinteraksi dan bertransakksi dengan penjual. Terdapat proses tawar menawar yang terjadi antara mereka. Bangunannya pun juga terdiri dari gera dan kios yang teruka.

Di pasar tradisonal, banyak hal yang dijual namuan kebanyakan lebih menekankan pada makanan, pakaian, elektronik serta kebutuhan rumah tangga. Lokasinya pun juga cenderung berada di dekat pemukiman masyarakat.

Sementara itu, untuk pasar modern sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun,di pasar modern, tidak ada proses tawar-menawar. Pelabelan harga setiap barag sudah tercatum secara pasti.

Para pembeli dan penjual un tidak bisa bertransaksi secara langsung lantaran harga suatu barang sudah tertera di label. Yang paling membedakan yakni terlihat pada cara pembayaran.

Untuk pasar modern biasanya cara bayarnya bis amenggunakan non tunai. Hal ini tentu berbeda dengan pasar tradisional yang rata-rata lebih memilih untuk pembayarann tunai.

Bagaimanapun juga, pasar mempunyai peranan yang cukup penting untuk masyarakat. Semua bentuk pertukaran ekonomi terjadi di tempat ini. Pasar juga menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Mudik Lewat Pelabuhan Merak? Baca Ini Untuk Tahu Aturan Terbarunya

Pasar Tertua di Indonesia

Adapun di Indonesia menurut Laporan Direktori Pasar dan Pusat Perdagangan 2020, terdapat 16.235 pasar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Lantas, dari sekian banyak jumlah tersebut, manakah pasar tertua di Indonesia? Simak ulasannya di bawah ini:

1. Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang menjadi salah satu pasar yang cukup legendaris di Indonesia. Pasar ini bahkan termasuk pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara.

Menariknya, pasar ini ternayata sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pasar Tanah Abang telah ada sejak 30 Agustus 1735 yang dibangun oleh Yustinus Vinck atas izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patramini.

Nama awal pasar ini adalah Pasar Sabtu lantaran hanya buka di hari Sabtu. Seiring bertambahnya usia, pasar ini dipugar dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Kini, kawasan pasar tersebut terbagi tiga gedung yang biasa disebut Tanah Abang Lama, Tanah Abang Metro, dan Tanah Abang AURI.

Tanah Abang Lama memiliki beberapa blok seperti A, B, dan F, yang masing-masing terdiri dari kios-kios. Pasar Tanah Abang pun secara keseluruhan memiliki lebih dari 10 ribu kios.

2. Pasar Terapug Muara Kuin

Selanjutnya adalah pasar terapung Muara Kuin sebagai pasar tertua di Indonesia. Pasar ini terletak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sama seperti namanya terapung, para  pedagang di pasar ini menjual dagangannya di atas perahu bernama jukung.

Baca Juga :  Kemenag Sebut Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal Digelar 1 Mei

Pasar Terapung Muara Kuin berada di atas muara Sungai Kuin dan sudah ada sejak 400 tahun lalu serta menjadi pasar terapung tertua di Indonesia.

Pasar ini buka selepas subuh hingga sekitar pukul tujuh pagi. Para pedagangnya kebanyakan wanita dan barang dagangannya berupa sayur-mayur, buah-buahan, ikan, hingga kue tradisional.

Bahkan, pasar ini menjadi salah satu tujuan wisata para wisatawan lokal maupun mancanegara karena keunikannya tersebut. Sayangnya, pasar ini sempat mengalami mati suri. Namun, di tahun 2020, pasar ini kembali hidup.

Mengutip laman Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Kota Banjarmasin, lokasi pasar kini pindah ke siring depan Makam Sultan Suriansyah agar lebih mudah dijangkau. Kini, namanya pun diubah menjadi Pasar Terapung Kuin Alalak karena lokasinya berada di antara daerah Kuin dan Alalak.

3. Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 16 dan menjual beraneka jenis barang, mulai dari batik, uang kuno, makanan, oleh-oleh Yogyakarta, barang antik, jamu, pakaian, dan rempah-rempah.

Pasar merupakan pasar tertua di Indonesia yang tidak lepas kaitannya dengan Keraton Yogyakarta. Kawasan ini dulunya adalah hutan beringin dan tak lama setelah berdirinya keraton pada tahun 1758, wilayah tersebut menjadi tempat transaksi ekonomi warga Yogyakarta.

Maniknya pasar ini punya bangunan yang berbeda dari pasar-pasar lainnya lantarann adanya percampuran unsur arsitektur bangunan dari kolonial dan tradisional Jawa. (Adinda)