2 Tahun Perjuang, Kini Kades Jatidukuh Akomodir Tuntutan Warga Seketi, Minta Aktivitas Di Galian C Disetop | SATUKANAL.COM
Jatidukuh

Caption: Warga Dusun Seketi kembali menggeruduk lokasi tambang galian C, Jumat (1/7/2022)

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Hampir dua tahun berjuang, akhirnya warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, kini bisa bernafas lega.

Pasalnya, tuntutan mereka agar tambang galian C ditutup mendapatkan respon positif dari aparat desa setempat dan perwakilan pihak pengusaha, yang mengklaim bakal mengakomodir keinginan tersebut.

Peryataan aparat desa dan perwakilan pihak pengusaha tersebut disampaikan saat warga kembali menggeruduk lokasi tambang galian C pada Jumat (1/7/2022).

Tepat pukul 13.05 WIB, warga berkumpul di Balai Dusun Seketi, selanjutnya warga mulai bergerak ke lokasi tambang. Kurang lebih selama empat jam ratusan warga bertahan di lokasi galian C tersebut.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Polwan ke-74, Srikandi Polres Mojokerto Gelar Vaksinasi Booster di Puri

Kepala Desa (Kades) Jatidukuh, Zainal Arifin, menyatakan bahwa sebenarnya pihak penambang yang diprotes warga sudah mengantongi izin.

Kendati demikian, Zainal meminta kepada pihak pengusaha untuk menghentikan semua aktivitas pertambangan di galian C di Dusun Seketi.

“Saya minta semua aktivitas galian di Dusun Seketi dihentikan. Truk dan backhoe tolong dikeluarkan,” pinta Arifin kepada pihak pengusaha yang diwakili Abah Anton.

Abah Anton merupakan adik dari pemilik tambang galian C di Dusun Seketi, Widhisulton. Adapun galian C milik Widhisulton yang diprotes warga tersebut luasnya mencapai 23 hektare.

“Kami akan bikinkan peraturan dusun (Perdus) untuk selesaikan masalah ini,” kata Zainal.

Baca Juga :  Terkendala Zonasi, 28 Siswa SDN Ngingasrembyong Gagal Masuk SMP Negeri di Kota Mojokerto

Tak hanya meminta penghentian aktivitas di galian C, Zainal juga meminta jalan yang sudah rusak parah diperbaiki. Hal ini, lanjut Zainal, merupakan bagian dari tuntutan warga Dusun Seketi.

“Kami juga minta agar jalan diperbaiki,” tegasnya.

Sementara Abah Anton mengatakan, pihaknya menerima semua tuntutan warga. Pihaknya berjanji akan menarik semua alat berat usai bermusyawarah dengan warga dan perangkat desa .

“Kami akan memenuhi semua tuntutan masyarakat, terutama menghentikan semua aktivitas pertambangan,” bebernya.

Mendengar pernyataan Abah Anton, warga yang mayoritas emak-emak langsung berteriak girang. Tak ayal mereka berpelukan sambil menangis haru.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi