2 Kelurahan Di Kota Malang Dapat Penghargaan Kampung Bersinar
Malang

Caption: Penerima penghargaan Kampung Bersinar dan instansi di Jawa Timur yang bebas Narkoba (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Bersamaan dengan diselenggarakannya kegiatan Deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI, dua kelurahan di Kota Malang mendapatkan penghargaan sebagai Kampung Bersinar (Bersih Narkoba).

Kegiatan Deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI diadakan oleh pihak Polresta Malang di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang pada Senin (30/5/2022).

Adapun dua kelurahan yang mendapat penghargaan Kampung Bersinar ialah Kelurahan Jodipan dan Kota Lama. Kedua kelurahan ini dinilai berperan aktif dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Program Kampung Bersinar merupakan program kami yang terlaksana terus menerus. Kami ingin membantu desa, dengan membentuk relawan masing-masing desa memiliki 10 orang, dan 5 orang untuk agen pemulihan,” ujar Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol M Aris Purnomo.

Baca Juga :  Rayakan Seabad ‘Si Binatang Jalang’, Berbagai Komunitas di Kota Malang Gelar Sumbang Suara Sang Bohemian

BNN sendiri memiliki sebuah program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), yang merupakan intervensi di bidang rehabilitasi Narkoba melalui agen pemulihan dan disesuaikan dengan kearifan lokal.

Pada tahun 2021 intervensi telah dilakukan, salah satunya di Kota Lama, dan pada tahun 2022 dilakukan di Kelurahan Dinoyo.

“Agen pemulihan untuk Kota Malang tahun 2021 sudah dilatih sebanyak 5 orang, pada 2022 sebanyak 5 orang. Kemudian setelah kita latih, kita coba untuk melakukan rehab klien yang terpapar di desa masing-masing. Pada 2021 sudah 8 klien yang ditangani, dan 2022 masih belum ada dan akan kita monitoring kembali,” bebernya.

Baca Juga :  Lagi! Kantor Imigrasi Malang Kenalkan Layanan Eazy Paspor, Kali Ini Gandeng Unisma

Sementara itu, Lurah Kota Lama Bambang Heryyanto mengatakan pihaknya telah mengadakan sosialisasi bersama RT/RW, serta wilayah yang ada pengguna Narkoba bersama dengan BNN.

Program yang telah berlangsung sejak 2020 tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti Kamtibnas, Posyandu, dan pihak RT untuk berperan sebagai agen.

“Kami melakukan sosialisasi ke tiap RT/RW, dan melakukan pembinaan bagi yang menggunakan Narkoba, sudah dibentuk oleh kader-kader. Ada upaya seperti tes urin, kita adakan pembinaan, dan ternyata di Kota Lama itu (kasusnya) nihil,” jelas Bambang.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi