10 Hektar Tanaman Cabai Di Banyakan Terserang Penyakit Patek, Petani Merugi 90 Persen | SATUKANAL.COM
Cabai

Ilustrasi cabai. Saat ini harga cabai di Kabupaten Kediri tengah melambung tinggi

Satukanal.com, Kediri – Sekitar 10 hektar lahan tanaman cabai terserang penyakit Patek di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Akibatnya dari total panen cabai hanya tersisa 10 persen, setiap petani mengalami kerugian sebesar 90 persen.

Ketua Kelompok Pertanian Rahayu Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Ida Rohmatinisa mengaku serangan penyakit patek pada tanaman cabai ini terjadi sejak 3 bulan yang lalu, akibatnya tanaman yang sudah waktunya berbuah, harus membusuk lebih awal.

“Jadi kalau buahnya busuk itu sampai cabai yang masih mentil. Di desa Ngablak itu ada 10 hektar, ada 10 hektar itu semua terserang,” ungkap Ida, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga :  Kabar Buruk Persikmania Jelang Bentrok vs Bhayangkara FC, 3 Pilar Persik Kediri Dibekap Cedera!

Dia bersama anggota kelompok Poktan, mengaku sudah melakukan sejumlah upaya pencegahan serangan penyakit tanaman cabai ini. Salah satunya yakni menghabiskan seluruh buah cabai mentil yang mulai membusuk dampak penyakit pantek.

Setelah dihabiskan, harapannya bakal tumbuh cabai mentil yang baru yang tidak terserang penyakit patek. Kemudian pemberian berbagai obat juga sudah dilakukan, namun belum membuahkan hasil. “Berbagai macam obat sudah kami laksanakan, tapi kenyataannya tetap kena patek,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Penutupan Bursa Transfer, Persik Kediri Pilih Pinjamkan 2 Pemain Ini

Ida pun belum mengetahui secara pasti asal penyakit patek yang menyerang tanaman cabainya. Namun faktor iklim cuaca diduga menjadi asal muasal penyakit patek.

“Iji kan bulan lain daripada yang lain, biasanya musim seperti ini hujan kan sudah ndak ada. Lhah ini masih terus-menerus (hujan). Iya faktor iklim juga,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah 
Editor: Ubaidhillah